Banyak statemen dari orang awam mengatakan.
"Wanita berjilbab lebar itu kerjaannya dakwah melulu"
"Hati - hati ya sama cewek berjilbab lebar, yang tiap hari bawaannya khilafah dan dakwah. Nggak setuju kali ya sama sistem pemerintahan di Indonesia"
"Eh...itu cewek jilbabnya lebar banget.... alirannya kayaknya ekstrim, idih...serem ah"
Sebagai seorang yang mengenal hijab dan saya merasa diri saya termuliakan derajatnya dengan adanya jilbab panjang.Saya hanya tersenyum saja mendengar celotehan tak jelas mereka, karena saya faham sedangkan mereka tidak faham.
Benarkah kita hanya mengaji, berdakwah, dan menggembar gemborkan khilafah Islamiyah saja?Tentu saja tidak teman...... di dalam pemahaman kami bukan seperti itu. Karena kami memahami bahwa Islam itu Syumul. Islam adalah agama yang sempurna dan menyentuh seluruh elemen kehidupan. Salah satunya adalah moment Sumpah Pemuda saat ini, tepat saat tanggal 16 Oktober 2012.
Memutar memoar perjuangan para pemuda Indonesia jaman dulu :
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Begitu besar ghiroh perjuangan yang mereka lakukan untuk kemerdekaan Indonesia. Dan Islam tidak pernah mengabaikan perjuangan mereka. Bahkan telah mengapresiasikan akan kemuliaan perjuangan dan semangat mereka jauh - jauh hari sebelum mereka ada di dalam Al Quran :
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf, 61:4)
Sebagai seorang muslimah, apa yang dapat kita lakukan untuk meneruskan cita - cita para pencetus sumpah pemuda??
Banyak sekali hal yang telah dilakukan oleh para akhwat berjilbab lebar, untuk meneruskan cita - cita para pencetus sumpah pemuda. Berbekal ilmu dan iman yang mendalam, figur - figur akhwat yang tangguh, cerdas, militan, dan intelektual profetik bertebaran dimana - mana dengan segudang prestasi yang di gondolnya, diantaranya :
- Asma Nadia, ibu rumah tangga dengan 2 anak. Penulis novel dan cerpen Islami, Ketua III Forum Lingkar Pena Nasional.Menurutnya, muslimah dalam hidupnya hendaknya mengibaratkan dirinya sebagai sebuah kristal. Artinya, muslimah sebaiknya mampu berbuat dengan sebaik-baiknya dalam berbagai sisi dengan masing-masing sisi bernilai baik. Sebagai istri pelayanannya kepada suami memuaskan. Sebagai ibu bagi anak-anaknya, dia perhatian. Dan sebagai pekerja, prestasi kerjanya bagus dan sebagai apa saja muslimah itu menekuninya dengan kesungguhan yang luar biasa. Sebagaimana kristal yang dalam setiap sisinya memantulkan cahaya sama indahnya (Hasil wawancara Humaira saat GBSM 2 di Samarinda).
- Oki Setiana Dewi, Sosok ini begitu inspiratif dengan karya dan prestasi, cerdas dengan IP 3,9, bersahaja, sholehah, lulusan sastra Belanda UI ini juga punya semangat yang tinggi untuk menjadi muslimah hebat. ia juga punya motto yang sangat bagus, yaitu bagaimana menjadi orang yang bermanfaat buat orang lain. Karena itu, ia tak segan untuk mengajar mengaji di Lapas Wanita Tangerang seminggu sekali. Hal ini lah yang menjadi awal kesuksesannya dan bagaimana dia dicintai banyak orang.
- Ummi Yoyoh Yusroh (alm), Seorang mujahidah dakwah, ustadzah,dan muballighoh. Masyarakat banyak mengenalnya sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi PKS yang sangat gigih memperjuangkan RUU pornografi. Usulan cerdas beliau tentang kemungkinan tentara TNI wanita berjilbab juga menarik banyak pihak untuk mencermati langkah beliau. Keterlibatannya di kerja dewan sejak tahun 1999 tidak menyurutkan langkahnya dalam dakwah dan tarbiyah di tengah masyarakat. Taujihat dan ceramahnya senantiasa dinanti setiap kader dakwah khususnya akhwat muslimat.
- dan masih banyak lagi contoh akhwat berprestasi yang tidak cukup saya sebutkan satu persatu siapakah mereka di dalam tulisan ini.
Lalu bagaimana dengan kita?? masih tetapkah berdiri mematung menunggu sebuah perubahan yang tak pasti. Ayo...marilah kawan....muslimah yang tangguh dan sholihah. Kita buktikan pada mereka bahwa kita adalah seorang yang apresiatif terhadap makna kata demi kata dari teks sumpah pemuda. Kita muslimah dan kita juga seorang pemuda. Kita merasa memiliki sumpah itu dan berhak meneruskan cita - cita dari sumpah itu, kita teruskan cita - cita pemuda jaman dulu dengan cara kita sendiri. Yang Insya Allah akan mendongkrak berubahan tidak hanya untuk politik, ekonomi, dan sosial negeri Indonesia saja, tapi juga untuk ketawazunan segala aspek di alam raya ini. Allahhu Akbar! Bismillah..... mari kita bergerak!!
Writed By : Lathifah (PEH)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar