Kamis, 04 Oktober 2012

ROHIS SARANG TERORIS?



Sabtu, 15 September 12, tampak ramai status di facebook. Lagi-lagi orang  islam digegerkan dengan kasus “ROHIS SARANG TERORIS” yang berasal dari berita yang ditayangkan metro TV jumat 14 sept kemaren. Pihak mereka mengaku mendapat berita itu dari salah satu dosen sosiologi agama di UIN jakarta. Dosen yang bergelar profesor itu melakukan penelitian mengenai pengkaderan teroris yang dilakukan di masjid-masjid sekolah.
MUI pusat segera mengeluarkan pendapatnya ”jika memang ditemukan ada pengkaderan teroris di dalamnya, langsung aja aparat menangkap mereka tapi jangan mengenalisir bahwa semua ROHIS tempat pengkaderan para teroris, bisa geger umat islam, akan muncul banyak kesalah pahaman” begitu kira-kira redaksinya. Pihak UIN jakarta juga mengatakan akan menklarifikasi berita itu dan meninjau ulang hasil penelitian tersebut.
ROHIS adalah sebuah ekstrakulikuler keagamaan yang ada di sekolah tingkat menengah/SMA. Hal itu dilakukan demi terwujudnya suasana sekolah yang religi dan demi membantu penanaman islam disekolah yang hanya dilakukan selama dua jam dalam seminggu disamping juga terbatasnya guru PAI yang mengajar disekolah masing-masing, hal ini yang di ungkapkan DRS. Usman Kasmin dan Drs. Masrur sebagai guru agama di SMUN 4 dan 8 Malang. Tidak hanya materi agama tambahan yang belum diterima oleh pelajar, tapi juga ada praktek langsung, pembinaan secara intens dan berkelanjutan. Pembinaan itu juga membantu siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi di bidang akademik lainnya, tidak hanya yang berkaitan dengan agama(ruhiah) siswa saja.
Masa remaja adalah memuncaknya masa potensi, baik potensi fisik maupun potensi akalnya. Memuncaknya potensi itulah remaja menjadi lebih agresif dan aktif melakukan sesuatu yang menjadi keinginannya. Mereka mulai memisahkan diri dari orang tua dan lebih suka berkumpul bersama teman-teman sebayanya yang memiliki sekse yang sama. Hal ini cukup mengkhawatirkan ketika remaja tidak tepat memilih kelompok belajar yang biasanya sekaligus menjadi kelompok bermainnya. Inilah yang menjadi point pertama dari pentingnya penanaman nilai-nilai agama dan nilai-nilai keimanan sehingga remaja memiliki pedoman hidup yang baik. Maka itu tak cukup jika hanya mengandalkan waktu disekolah yang hanya 2 jam untuk mempelajari agama islam yang begitu kompleks dan terperinci, karena agama bukan hanya ditransfer tapi perlu ada penanaman yang baik di dalamnya” ungkap salah satu mahasiswa UIN MALIKI Malang yang kebetulan mengambil skripsi mengenai rohis sekolah. Beliau juga menghimbau agar pihak sekolah tidak perlu risau akan berita tersebut. Lanjutkan yang sudah baik jika memang tidak menemukan kesalahan yang berakibat fatal. Teruslah berjuang menuju kebaikan, innalloha ma’ana” akan selalu ada orang-orang yang tidak suka ketika kau melakukan kebaikan, berhati-hatilah dengan media dan isu yang belum jelas sumbernya.
Karikatur Rasulullah? Filmnya juga ada?di innocent of muslim..?????????!!
Astaghfirullah,, siapa yang tidak mengelus dada membaca judul di atas. Saya pun merah padam dibuatnya, saya tebak anda juga begitu. Tapi kalau jawabannya biasa saja bahkan tak peduli, wah perlu di tanya tuh hati. Ke mana iman kita??
 Tahun lalu, februari 2008 umat islam di Belanda dan belahan bumi lainnya cukup digemparkan dengan berita tentang akan dirilisnya film yang menggambarkan al qur’an sebagai inspirasi dalam membunuh, film itu di skenarioi oleh geert wilders. Dia juga telah mengatakan bahwa al Quran sama dengan mein kampf dari adolf hitler. Bahwa kita suci umat islam itu sumber dari terorisme, sebuah buku fasistis yang mendorong-dorong umatnya untuk menyebar kebencian dan kekerasan(sumber ini langsung dari radio netherlands,17/01).
Tak hanya itu, aksi pelecehan dan penjegalan terhadap islam juga mulai dilakukan secara terang-terangan di Eropa, hal ini dilakukan oleh partai ekstrem kanan belgia vlaams belang bersama kelompok islamophobia dari Austria dan Jerman. Adalagi di Austria, Sussanne Winter politisi freedam party, yang melecehkan Rasulullah dengan menyebutnya sebagai pengidap epilepsi  dan pelaku pelecehan terhadap anak-anak. Selain itu berita tentang pelecehan islam juga muncul dari dari Alexander sdvizkov pembuat karikatur Rasulullah yang dimuat di majalah jyllands posten denmark tahun 2005 silam.
Kini provokasi itu kembali muncul, kali ini dari Nakoula basseley naoula. Seorang produser yang menggarap film innocent  of muslim, yang di dalamnya memuat pelecehan terhadap Rasulullah. Berita ini sungguh membuat geger, Rasulullah diperankan oleh manusia yang tidak mengenl siapa Tuhan dan RasulNya. Akibat ini, banyak kerusuhan yang terjadi hingga memakan korban yang tak sedikit.
Ketua PBNU menghimbau agar kita bersikap dewasa dan tidak terpancing dengan adanya pemberitaan tersebut, menurut beliau pembuatnya akan mendapat batunya. Alloh sendiri yang akan menjaga kitab islam dan RasulNya dari orang-orang yang membencinya.
Akankah nasib Nakoula basseley naoula dan kawan-kawannya yang turut menggarap film tersebut akan bernasib sama, dengan nasib sutradara film submission yang menyebabkan digoroknya leher sang sutradara tersebut? Atau seperti Ayan Hirshi Ali, seorang perempuan kulit hitam yang kerap menghujat islam lewat tulisannya yang hingga saat ini terus dihantui kematian akibat ulahnya itu? Wallahu a’lam
Semoga pemerintah Amerika, president Barrac Obama yang dulu sungguh di elu-elukan oleh negara-negara berkembang, termasuk Indonesia bisa bersikap tegas dan benar-benar menindak lanjuti hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku, terkait kebencian terhadap ras atau agama, sehingga kemarahan umat islam dapat teredam dengan segera.
Mau tahu berita yang lagi “in” ??seputar dunia islam, negara dan kampus? Saksikan dalam agenda COP, Class of politic bersama KAMMI UIN MALIKI Malang, akan dikupas habis tentunya dengan nara sumber yang kompeten, insyaAlloh.  GRATIS
lebih jelasnya hub: 083848284664/085750006840

Tidak ada komentar:

Posting Komentar