Sabtu, 15 September 12,
tampak ramai status di facebook. Lagi-lagi orang islam digegerkan dengan kasus “ROHIS SARANG
TERORIS” yang berasal dari berita yang ditayangkan metro TV jumat 14 sept
kemaren. Pihak mereka mengaku mendapat berita itu dari salah satu dosen
sosiologi agama di UIN jakarta. Dosen yang bergelar profesor itu melakukan
penelitian mengenai pengkaderan teroris yang dilakukan di masjid-masjid
sekolah.
MUI pusat segera
mengeluarkan pendapatnya ”jika memang ditemukan ada pengkaderan teroris di
dalamnya, langsung aja aparat menangkap mereka tapi jangan mengenalisir bahwa
semua ROHIS tempat pengkaderan para teroris, bisa geger umat islam, akan muncul
banyak kesalah pahaman” begitu kira-kira redaksinya. Pihak UIN jakarta juga
mengatakan akan menklarifikasi berita itu dan meninjau ulang hasil penelitian
tersebut.
ROHIS adalah sebuah
ekstrakulikuler keagamaan yang ada di sekolah tingkat menengah/SMA. Hal itu
dilakukan demi terwujudnya suasana sekolah yang religi dan demi membantu
penanaman islam disekolah yang hanya dilakukan selama dua jam dalam seminggu
disamping juga terbatasnya guru PAI yang mengajar disekolah masing-masing, hal
ini yang di ungkapkan DRS. Usman Kasmin dan Drs. Masrur sebagai guru agama di
SMUN 4 dan 8 Malang. Tidak hanya materi agama tambahan yang belum diterima oleh
pelajar, tapi juga ada praktek langsung, pembinaan secara intens dan
berkelanjutan. Pembinaan itu juga membantu siswa dalam menyelesaikan
permasalahan yang terjadi di bidang akademik lainnya, tidak hanya yang
berkaitan dengan agama(ruhiah) siswa saja.
Masa remaja adalah
memuncaknya masa potensi, baik potensi fisik maupun potensi akalnya.
Memuncaknya potensi itulah remaja menjadi lebih agresif dan aktif melakukan
sesuatu yang menjadi keinginannya. Mereka mulai memisahkan diri dari orang tua
dan lebih suka berkumpul bersama teman-teman sebayanya yang memiliki sekse yang
sama. Hal ini cukup mengkhawatirkan ketika remaja tidak tepat memilih kelompok
belajar yang biasanya sekaligus menjadi kelompok bermainnya. Inilah yang menjadi
point pertama dari pentingnya penanaman nilai-nilai agama dan nilai-nilai
keimanan sehingga remaja memiliki pedoman hidup yang baik. Maka itu tak cukup
jika hanya mengandalkan waktu disekolah yang hanya 2 jam untuk mempelajari
agama islam yang begitu kompleks dan terperinci, karena agama bukan hanya
ditransfer tapi perlu ada penanaman yang baik di dalamnya” ungkap salah satu
mahasiswa UIN MALIKI Malang yang kebetulan mengambil skripsi mengenai rohis
sekolah. Beliau juga menghimbau agar pihak sekolah tidak perlu risau akan
berita tersebut. Lanjutkan yang sudah baik jika memang tidak menemukan
kesalahan yang berakibat fatal. Teruslah berjuang menuju kebaikan, innalloha
ma’ana” akan selalu ada orang-orang yang tidak suka ketika kau melakukan
kebaikan, berhati-hatilah dengan media dan isu yang belum jelas sumbernya.
Karikatur
Rasulullah? Filmnya juga ada?di innocent of muslim..?????????!!
Astaghfirullah,, siapa
yang tidak mengelus dada membaca judul di atas. Saya pun merah padam dibuatnya,
saya tebak anda juga begitu. Tapi kalau jawabannya biasa saja bahkan tak
peduli, wah perlu di tanya tuh hati. Ke mana iman kita??
Tahun lalu, februari 2008 umat islam di
Belanda dan belahan bumi lainnya cukup digemparkan dengan berita tentang akan
dirilisnya film yang menggambarkan al qur’an sebagai inspirasi dalam membunuh,
film itu di skenarioi oleh geert wilders. Dia juga telah mengatakan bahwa al
Quran sama dengan mein kampf dari adolf hitler. Bahwa kita suci umat islam itu
sumber dari terorisme, sebuah buku fasistis yang mendorong-dorong umatnya untuk
menyebar kebencian dan kekerasan(sumber ini langsung dari radio
netherlands,17/01).
Tak hanya itu, aksi
pelecehan dan penjegalan terhadap islam juga mulai dilakukan secara
terang-terangan di Eropa, hal ini dilakukan oleh partai ekstrem kanan belgia vlaams belang bersama kelompok
islamophobia dari Austria dan Jerman. Adalagi di Austria, Sussanne Winter
politisi freedam party, yang melecehkan Rasulullah dengan menyebutnya sebagai
pengidap epilepsi dan pelaku pelecehan
terhadap anak-anak. Selain itu berita tentang pelecehan islam juga muncul dari
dari Alexander sdvizkov pembuat karikatur Rasulullah yang dimuat di majalah
jyllands posten denmark tahun 2005 silam.
Kini provokasi itu
kembali muncul, kali ini dari Nakoula basseley naoula. Seorang produser yang
menggarap film innocent of muslim, yang
di dalamnya memuat pelecehan terhadap Rasulullah. Berita ini sungguh membuat
geger, Rasulullah diperankan oleh manusia yang tidak mengenl siapa Tuhan dan
RasulNya. Akibat ini, banyak kerusuhan yang terjadi hingga memakan korban yang
tak sedikit.
Ketua PBNU menghimbau
agar kita bersikap dewasa dan tidak terpancing dengan adanya pemberitaan
tersebut, menurut beliau pembuatnya akan mendapat batunya. Alloh sendiri yang
akan menjaga kitab islam dan RasulNya dari orang-orang yang membencinya.
Akankah nasib Nakoula
basseley naoula dan kawan-kawannya yang turut menggarap film tersebut akan
bernasib sama, dengan nasib sutradara film
submission yang menyebabkan digoroknya leher sang sutradara tersebut? Atau
seperti Ayan Hirshi Ali, seorang perempuan kulit hitam yang kerap menghujat
islam lewat tulisannya yang hingga saat ini terus dihantui kematian akibat
ulahnya itu? Wallahu a’lam
Semoga pemerintah
Amerika, president Barrac Obama yang dulu sungguh di elu-elukan oleh
negara-negara berkembang, termasuk Indonesia bisa bersikap tegas dan
benar-benar menindak lanjuti hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku, terkait
kebencian terhadap ras atau agama, sehingga kemarahan umat islam dapat teredam
dengan segera.
Mau tahu berita yang
lagi “in” ??seputar dunia islam, negara dan kampus? Saksikan dalam agenda COP,
Class of politic bersama KAMMI UIN MALIKI Malang, akan dikupas habis tentunya
dengan nara sumber yang kompeten, insyaAlloh.
GRATIS…
lebih jelasnya hub:
083848284664/085750006840
Tidak ada komentar:
Posting Komentar